// Template by Kun________________ // http://kijang-go-blog.blogspot.com Kijang Kelana

Badut
Sunday, September 11, 2011

aku selalu suka badut
warna-warni kostumnya
merah bulat di hidungnya
rias wajah cerianya

aku selalu suka badut
gelak tawa penontonnya
decak kagum penontonnya

aku selalu suka badut
sulap atau sirkus atau dua-duanya
aku mau jadi badut
jadi badut mu

aku selalu suka badut
aku tau kamu juga

sebentar saja
Friday, February 11, 2011

hai sahabat.

aku berpikir, sahabatku. banyak hal yang terlewat karena target yang kita kejar buru-buru, ya, maaf aku membuatmu tak habis pikir kenapa aku mendadak melambat, pemaknaanmu tentang orang hebat rupanya berbeda denganku, kau yang butuh menang cepat untuk memeriahkan pencapaianmu dan aku yang butuh dipecundangi untuk menceriakan pencapaianku.

apa kau paham seberapa besar rasa penasaranku pada nenek-nenek pedagang kue lumpur yang kita lewati barusan? pada rumah tua di padang rumput dengan pohon oaknya? pada kicau burung? atau pada wangi cemara sepanjang perjalanan? bagaimana dengan bau tanah basah? kenapa bisa mengingatkanku pada sesuatu?

sahabatku, dalam perjalanan kamu akan dipertemukan dengan masalah, kadang, mungkin kamu akan terjatuh, itu sudah biasa. terlalu cepat kita bereaksi saat jatuh, mungkin jatuh sakit, mungkin jatuh miskin, atau jatuh cinta. tarik nafas lebih panjang dari biasanya sahabat, sejenak, santai, temukan nikmat-nikmat kecilmu, pelajari, syukuri, semai maknanya.

habis itu kita lari lagi, yuk semangat.

kijang vs kancil
Sunday, October 18, 2009

ketika gerimis rintik-rintik jadi saksi

kamu bukan seorang pelari yang militan! Kamu sama sekali bukan seorang fundamentalis! kamu hanyalah seorang pelari yang setengah-setengah! mana mungkin kamu bisa menang dengan upaya seminim itu!!!

sang kancil tersenyum mendengar keluh kesah kijang yang baru saja hari kemarin dikalahkannya saat mereka berdua berlomba lari di depan mata seluruh penghuni hutan.

bayangkan! kijang sang jawara lari sepanjang masa akhirnya takluk dari sang kancil yang lebih dikenal sebagai binatang bijak bestari daripada sebagai jagoan lari. kebesaran nama kijang pelari bahkan tak dapat ditandingi oleh singa raja hutan yang tak pernah sanggup menangkapnya.

“bagaimana mungkin saya kalah dari kamu! padahal aku telah berlatih keras setiap hari dan mengorbankan waktu untuk keluarga hanya untuk mempersiapkan diri bertanding lari”

keluh kijang sambil matanya berkaca-kaca meratapi gelar pelari terbaik sepanjang masa yang telah beralih pada sang kancil.

dua binatang itu masih bercakap-cakap sambil berjalan beriringan kala hujan rintik-rintik tiba-tiba turun membasahi rerumputan di sepanjang jalan setapak yang mereka lalui. kijang cepat-cepat mengajak kancil untuk berteduh di sebuah gua yang terletak di tepi jalan agak menjorok ke dalam.

alih alih mengikuti ajakan tersebut, sang kancil malahan tersenyum lalu berkata pada kijang

“dengar kijang! alasan kekalahan kijang dari kancil baru saja terjawab oleh gerimis rintik-rintik”

kijang terkejut dan speechless, tidak tahu apa yang dimaksud sang kancil. apa hubungan gerimis rintik-rintik dengan kekalahan dirinya.

“gerimis kecil rintik-rintik cukup untuk menghentikanmu dari berlatih. kamu hanyalah seekor kijang pelari yang setengah hati. hujan kecil kau jadikan alasan untuk tidak berlatih!. urusan tetek bengek di rumah kau jadikan alasan untuk memperpendek latihan!

kijang tertegun mendengar kata-kata sang kancil. dia memang sering menolak berlatih karena harus mencari pucuk daun-daunan buat anak-anaknya, padahal sebenarnya itu bisa dilakukannya sore hari setelah berlatih. masalahnya kijang tidak mau kerja lembur hanya karena harus berlatih. dia maunya berlatih hanya di jam-jam kosong dari pekerjaan saja. tidak mau menunda sebuah tugas untuk dikerjakan sore hari setelah berlatih. pekerjaan dulu, baru setelah ada waktu kosong dia mau berlatih.

“kamu bukan seorang kijang pelari militan! kamu bukan seorang kijang pelari fundamentalis! kamu hanya mau sedikit berkorban untuk meraih gelar pelari terbaik sepanjang masa! kamu berlatih setengah setengah! kamu berupaya ala kadarnya, sambil berharap faktor-faktor lain akan membantumu memenangkan lomba lari! gak bisalah! mana bisa dirimu menang dengan cara itu!

hujan rintik-rintik belum berhenti kala sang kancil melanjutkan kata-katanya.

“aku juga punya banyak hambatan seperti kamu! tapi aku tetap berlatih walaupun itu berarti aku harus kerja ekstra mencari rumput di sore hari seusai berlatih! aku juga tidak pernah berhenti oleh gerimis rintik-rintik. aku mau menunda pekerjaan memperbaiki rumahku dari sore menjadi malam hari karena aku harus berlatih! aku tidak ragu-ragu untuk berkorban, sementara kamu lempeng saja, bertindak seperti biasa tanpa mau membuat pengorbanan ekstra!.


kijang termenung mendengar kata-kata sang kancil. dirinya memang tidak pernah sepenuh hati berlatih untuk menjadi pelari terbaik sepanjang masa. dirinya hanyalah makhluk setengah hati, bukan militan. bukan fundamentalis. pantas saja dirinya gagal meraih kembali gelar itu. diam-diam kijang merasa dirinya pantas kalah dari sang kancil.


doa ibu
Wednesday, September 30, 2009

ibu... aku disana terjaga waktu nama kunto lirih kau sebut di doa malam mu... maaf belum ada persembahan apapun untuk tiap tetes air mata malam itu dan hari-hari sebelumnya... tapi aku yakin akan ada manis mengikuti... makasih untuk kasih sepanjang masa nya ibu... ♥ ...

kamu
Wednesday, December 24, 2008

beberapa kali
aku mencuri ingat kelakarmu,
ekspresi bego bawaan milikmu
terekam dalam siaran khayal, kadang
kulengkapi dengan beberapa adegan
nakal atau tidak, itu rahasia.

bukan aku anti cerita romansa senja
bukan aku enggan bicara cahaya jingga
menulis namamu saja tangan sudah bergetar,
apalagi kau ajak bercinta?

tapi untuk merawat kisah usang yang terlewat
hatiku masih kuat terlambat.

tentang luka
Tuesday, November 04, 2008

kita mungkin mendapat ajaran yang salah, maksudku bukan salah tapi tidak pas, bahwa perih adalah musuh besar yang harus kita tentang, atau hindari aja sekalian, sejauh mungkin. bagaimana bisa hidup dengan sebenar-benarnya? sehidup-hidupnya, jika sepanjang hidup menghindari luka? tiarap lalu cari tempat gelap.

banyak orang memutuskan mengakhiri hidupnya karena luka. ironis menurutku, orang-orang yang tidak bisa berdamai dengan luka justru gagah-gagahan menunjukan bahwa dia tak takut mati (tapi tak pernah menunjukan kalau dia tak takut hidup).

berani hidup dengan senyum penuh atau berani mati tanpa banyak keluh, itu baru gagah.

ya luka itu menyakitkan, dan hanya jika kita bisa menikmati, luka justru akan mengajarkan kita banyak hal, mendewasakan, membebaskan kita dari hidup dalam perspektif tidak mau mengerti, menuntun kita pada kekuatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

katakan selamat datang pada luka
biarlah diri menyadarkan diri

terluka? itu pasti, tapi menderita adalah pilihan. jangan tepis lukamu jangan tutupi perihmu, walau demikian pedih bukan seperti piala yang harus kita angkat tinggi-tinggi, jadikan itu sebagai senyum yang tak tercatat.

karena,
sebagian hidup seindah bekas luka.

tidur
Monday, November 03, 2008

aku yang pemimpi..
yang dibangunkan untuk menjadi seorang sentimental revolusioner
tersentak kaget dibangunkan pada awal berakhirnya terang
sebal rasanya dibangunkan pada saat bermimpi aku hidup
aku yang penakut..
yang dihadapkan pada demarkasi yang buram
sampai kapan harus berlari?
atau aku harus diam?
terhipnotis suara tarian kolaborasi rumput dan angin
menikmati pemberontakan daun-daun pada gravitasi
berkonspirasi dengan angin
menciptakan harmonisasi bahagiaku sendiri
di sana, diabaikan untuk aku perhatikan
ya sudahlah..
kesempatan sudah jadi lubang tai sejarah
jalan pulang pun pudar jadi tak tentu
aku lelah terlampau lelah
aku lemah terlampau lemah
aku mau tidur, lagi.