// Template by K17ANG________________ // http://kijang-go-blog.blogspot.com kijang-go-blog

[repost] kijang vs kancil
Sunday, October 18, 2009

Ketika Gerimis Rintik-rintik Menjadi Saksi

Kamu bukan seorang pelari yang militan! Kamu sama sekali bukan seorang fundamentalis! Kamu hanyalah seorang pelari yang setengah-setengah! Mana mungkin kamu bisa menang dengan upaya seminim itu!!!

Sang kancil tersenyum mendengar keluh kesah kijang yang baru saja hari kemarin dikalahkannya saat mereka berdua berlomba lari di depan mata seluruh penghuni hutan.

Bayangkan! Kijang sang jawara lari sepanjang masa akhirnya takluk dari Sang Kancil yang lebih dikenal sebagai binatang bijak bestari daripada sebagai jagoan lari. Kebesaran nama Kijang Pelari bahkan tak dapat ditandingi oleh singa raja hutan yang tak pernah sanggup menangkapnya.

“Bagaimana mungkin saya kalah dari kamu! Padahal aku telah berlatih keras setiap hari dan mengorbankan waktu untuk keluarga hanya untuk mempersiapkan diri bertanding lari”

keluh Kijang sambil matanya berkaca-kaca meratapi gelar pelari terbaik sepanjang masa yang telah beralih pada Sang Kancil.

Dua binatang itu masih bercakap-cakap sambil berjalan beriringan kala hujan rintik-rintik tiba-tiba turun membasahi rerumputan di sepanjang jalan setapak yang mereka lalui. Kijang cepat-cepat mengajak Kancil untuk berteduh di sebuah gua yang terletak di tepi jalan agak menjorok ke dalam.

Alih alih mengikuti ajakan tersebut, Sang Kancil malahan tersenyum lalu berkata pada Kijang

“Dengar Kijang! Alasan kekalahan Kijang dari Kancil baru saja terjawab oleh gerimis rintik-rintik”

Kijang terkejut dan speechless, tidak tahu apa yang dimaksud Sang Kancil. Apa hubungan gerimis rintik-rintik dengan kekalahan dirinya.

“Gerimis kecil rintik-rintik cukup untuk menghentikanmu dari berlatih. Kamu hanyalah seekor kijang pelari yang setengah hati. Hujan kecil kau jadikan alasan untuk tidak berlatih!. Urusan tetek bengek di rumah kau jadikan alasan untuk memperpendek latihan!

Kijang tertegun mendengar kata-kata Sang Kancil. Dia memang sering menolak berlatih karena harus mencari pucuk daun-daunan buat anak-anaknya, padahal sebenarnya itu bisa dilakukannya sore hari setelah berlatih. Masalahnya Kijang tidak mau kerja lembur hanya karena harus berlatih. Dia maunya berlatih hanya di jam-jam kosong dari pekerjaan saja. Tidak mau menunda sebuah tugas untuk dikerjakan sore hari setelah berlatih. Pekerjaan dulu, baru setelah ada waktu kosong dia mau berlatih.

“Kamu bukan seorang Kijang pelari militan! Kamu bukan seorang Kijang pelari fundamentalis! Kamu hanya mau sedikit berkorban untuk meraih gelar pelari terbaik sepanjang masa! Kamu berlatih setengah setengah! Kamu berupaya ala kadarnya, sambil berharap faktor-faktor lain akan membantumu memenangkan lomba lari! Gak bisalah! Mana bisa dirimu menang dengan cara itu!

Hujan rintik-rintik belum berhenti kala Sang Kancil melanjutkan kata-katanya.

“Aku juga punya banyak hambatan seperti kamu! Tapi aku tetap berlatih walaupun itu berarti aku harus kerja ekstra mencari rumput di sore hari seusai berlatih! Aku juga tidak pernah berhenti oleh gerimis rintik-rintik. Aku mau menunda pekerjaan memperbaiki rumahku dari sore menjadi malam hari karena aku harus berlatih! Aku tidak ragu-ragu untuk berkorban, sementara kamu lempeng saja, bertindak seperti biasa tanpa mau membuat pengorbanan ekstra!.


Kijang termenung mendengar kata-kata Sang Kancil. Dirinya memang tidak pernah sepenuh hati berlatih untuk menjadi pelari terbaik sepanjang masa. Dirinya hanyalah makhluk setengah hati, bukan militan. bukan fundamentalis. Pantas saja dirinya gagal meraih kembali gelar itu. Diam-diam Kijang merasa dirinya pantas kalah dari Sang Kancil.

by: ~gak tau siapa~

doa ibu
Wednesday, September 30, 2009

ibu... aku disana terjaga waktu nama kunto lirih kau sebut di doa malam mu... maaf belum ada persembahan apapun untuk tiap tetes air mata malam itu dan hari² sebelumnya... tapi aku yakin bakal ada manis mengikuti... makasih untuk kasih sepanjang masa nya ibu... ♥ ...

eks plus ye tidak sama dengan minus jet
Wednesday, December 24, 2008

apaan sihh???!! gak jelas bngd deh gw ngasih judul...



cedikit cuplikan convelsation cama ceolang cahabat:
=============================================

X: jank, gmn kehidupan percintaan lu? koq sekarang gw jarang denger crita lu ya?

Y: udah selesai gw, fokus gw udah bukan di situ lg…

X: alesan mulu lu… bukan nya di HP lu hampir selalu ada nama baru ya? napa gak ada yg lu jadiin? alahhh basi lu jd org jgn terlalu pemilih makanya…

Y: sotoy lu… (sambil ngupil)

X: tuh kan bner kata gw… dulu gw pernah bilang jgn terlalu total sayang ma cwe… gini deh jadinya energi lu abiz… jd susah deh lu sayang ma cwe lg…

Y: mungkin… susah jg cr cwe yg mw di ajak berjuang bareng…yg bisa di ajak berpikir rumit… yg ngerti klo cinta itu adalah sbuah variabel… yg tw gmn caranya nyari faktor tak tentu dari rumus persamaan… yg paham mencari kesempurnaan dr pola yg abstrak tp bisa menjaga mekanisme pengaturan keadaan kesetimbangan dinamis yg konstan secara orisinil… yg gak melulu ‘by design’ tp hrz ada pertimbangan ‘by default’ nya jg… pokoknya yg natural tp bernilai…

X: hahaha… ketinggian lu ngomongnya…

Y: (cengar cengir) bodo… weee… (sambil melet)

X: hmmm… jgn² lu brubah jd homo ya?! hahaha… segitunya apa psikis lu keganggu mpe lu gini? org² sih klo psikis nya keteken jd gila… nah berhubung lu dah gila dr orok jd nya lu brubah hombreng dehh…

Y: wakakaka… asem lu !!!

X: brarti gw bner donk jank?

Y: apanya?

X: lu homo…

Y: waaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!… (ciaaaat !!!) (#$%|#@^&:”?>}+_*&{%$*#@$&) (bletak bletok..!! gedebag gedebug..!!)… sembarangan lu ahh… hahaha…

idealis, phlegmatis, autis
Tuesday, November 04, 2008

pernah membayangkan 3 kata itu membentuk satu karakter?...
ya... itu komposisi pembentuk aku yang baru...
aku yang pemimpi...
yang dibangunkan untuk menjadi seorang sentimental revolusioner...
tersentak kaget dibangunkan pada awal berakhirnya terang...
sedih rasanya dibangunkan pada saat bermimpi aku hidup...
tak siap jika harus dibenturkan kerasnya perjuangan duniawi...
disini, semua tempat diperebutkan dengan darah dan keringat...
hufft... menyebalkan...
dihadapkan pada demarkasi yang buram...
sebentuk reaksi yang bisa kulakukan hanya berlari...
berlari tak kenal arah...
berlari tak berjejak...
berlari tak lurus tak pula beraturan...
tapi sampai kapan?...
sampai kapan harus berlari abstrak?...
apa aku harus terus berlari(dari kenyataan)?...
atau aku harus diam?...
terhipnotis suara tarian kolaborasi rumput dan angin...
menikmati pemberontakan daun-daun pada gravitasi...
berkonspirasi dengan angin...
menciptakan harmonisasi yang menenangkan...
di sana, diabaikan untuk aku perhatikan...
ahh... sudahlah...
sekarang seakan semua terlambat...
aku sudah membuang-buang kesempatan...
jarak jalan pulang pun memudar menjadi tak tentu...
seberapa besarnya pun usahaku...
aku tak kan bisa membumi...
aku lelah terlampau lelah...
aku lemah terlampau lemah...

Bekasi, 4 Nov '08
[balkon kamar, Bekasi, 3 jam menjelang ulang tahun]



yang ku tau sang kijang adalah pelari yang hebat...

gw benci dgn humor sarkasme cerdas lo...
Thursday, October 30, 2008



everyone keeps talking
but ur words don't mean anything
u would say anything
u would try anything
to escape ur meaningless words
but i don't want to care
i never would
i never could
perhapas, i never meant to learn
u're just another nothing


back off, dude !!!
staw away from my way...

terkadang gw benci komentar² lo...

maaf...

kijang mulai.................
Wednesday, October 29, 2008

wow... setaun liwat gak nulis...

hmm... baca postingan² gw sebelumnya malah jijik sendiri... hehehe...
lupain postingan² sebelumnya...
bakal gw mulai dgn kijang yg baru...
anggep aja kijang yg dulu dah mati ke laut gara² balap renang ma ubur²...

sepakat?


Berharap, Bengong, Menunggu... Hari2 Gw Gak Indah Lagi...
Saturday, September 29, 2007