sebentar saja
Friday, February 11, 2011
hai sahabat.
aku berpikir, sahabatku. banyak hal yang terlewat karena target yang kita kejar buru-buru, ya, maaf aku membuatmu tak habis pikir kenapa aku mendadak melambat, pemaknaanmu tentang orang hebat rupanya berbeda denganku, kau yang butuh menang cepat untuk memeriahkan pencapaianmu dan aku yang butuh dipecundangi untuk menceriakan pencapaianku.
apa kau paham seberapa besar rasa penasaranku pada nenek-nenek pedagang kue lumpur yang kita lewati barusan? pada rumah tua di padang rumput dengan pohon oaknya? pada kicau burung? atau pada wangi cemara sepanjang perjalanan? bagaimana dengan bau tanah basah? kenapa bisa mengingatkanku pada sesuatu?
sahabatku, dalam perjalanan kamu akan dipertemukan dengan masalah, kadang, mungkin kamu akan terjatuh, itu sudah biasa. terlalu cepat kita bereaksi saat jatuh, mungkin jatuh sakit, mungkin jatuh miskin, atau jatuh cinta. tarik nafas lebih panjang dari biasanya sahabat, sejenak, santai, temukan nikmat-nikmat kecilmu, pelajari, syukuri, semai maknanya.
habis itu kita lari lagi, yuk semangat.







0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home